SEKILAS INFO TENTANG YOGURT

(sumber gambar: https://www.chelseasmessyapron.com/simple-vanilla-frozen-yogurt/)


Yogurt merupakan susu yang diasamkan melalui proses fermentasi. Fermentasi pada pembuatan yogurt dilakukan dengan bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Streptococcus thermophilus berkembang biak lebih cepat menghasilkan baik asam maupun karbondioksida. Asam dan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan tersebut kemudian merangsang pertumbuhan dari Lactobacillus bulgaricus. Aktivitas proteolitik dari Lactobacillus bulgaricus memproduksi peptida penstimulasi dan asam amino untuk dapat dipakai oleh Streptococcus thermophilus. Mikroorganisme ini sepenuhnya bertanggung jawab atas pembentukan tekstur dan rasa yogurt (Goff, 2003; Ginting dan Pasaribu, 2005).

Bakteri pada yogurt dapat menyelimuti dan membuat dinding usus menjadi asam. Kondisi ini menyebabkan mikroba patogen tidak dapat menyerang. Pada dasarnya, dalam pembuatan yogurt, susu yang akan difermentasikan perlu dipanaskan terlebih dahulu untuk menurunkan populasi mikroba. Menurunnya populasi mikroba memberikan kondisi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba yang baru. Selain itu, pemanasan dapat mengurangi kadar air yang terkandung pada susu sehingga diperoleh yogurt yang lebih padat. Beberapa penelitian melaporkan bahwa pemanasan susu dilakukan pada suhu 85- 90°C selama 10-15 menit. Kemudian didinginkan sampai 48°C selanjutnya diinokulasi biakan sebanyak 2-3 % dan diinkubasikan pada suhu 45°C sampai keasaman mencapai 0,85- 0,90 % asam laktat.

Komponen susu yang paling berperan dalam pembuatan yogurt yaitu Laktosa dan Kasein. Laktosa digunakan sebagai sumber energi dan karbon (C) selama pertumbuhan biakan yogurt, proses selanjutnya menghasilkan asam laktat. Kasein (jenis protein) mempunyai sifat sangat peka terhadap perubahan keasaman sehingga dengan menurunnya pH (derajat keasaman) susu menyebabkan kasein tidak stabil dan terkoagulasi menjadi yogurt (Haferich and Westhoff, 1980; Resnawati, 2014).

                                                                                                                                                      

Kandungan pada yogurt


Referensi:

Ginting, N., & Pasaribu, E. 2005. Pengaruh Temperatur dalam Pembuatan Yogurt dari Berbagai Jenis Susu dengan Menggunakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Jurnal Agribisnis, 1(2), 73-77.

 

Resnawati, H. 2014. Kualitas Susu pada Berbagai Pengolahan dan Penyimpanan, JITV, 19(2).

 

Website.https://www.chelseasmessyapron.com/simple-vanilla-frozen-yogurt/), diakses pada 9 Januari 2021

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alunan Kisah

Puisi Menantimu

Menjerit dalam Hati